Thursday, 13 December 2018

SISTEM MANAJEMEN MUTU




ISO 9001:2015
ISO 9001 adalah merupakan standar Internasional di bidang system manajemen mutu.  Suatu lembaga Organisasi yang memberlakukan ini memiliki sudah manajemen mutu telah terakreditasi secara Internasional oleh pihak-pihak yang berkompeten dan independen.
Sistem Manajemen Mutu adalah (Quality Management System)
Adalah sekumpulan prosedur terdokumentasi dan praktik-praktik standar untuk manajemen yang bertujuan menjamin kesesuaian dari suatu proses dan produk (barang dan Jasa) terhadap persyaratan tertentu.
Sistem manajemen mutu yang mengacu pada proses produksi, system maintenance suatu organisasi, mutu produk, standarisasi prosedur kerja, standarisasi penyimpanan dll. Dan hal ini bertujuan  mengacu pada kepuasan pelanggan, sesuai dengan peraturan yang berlaku dimana perusahaan itu berada dan lingkungan.
Peranan Sistem Manajemen mutu adalah sebagai stategi bagi suatu organisasi atau perusahaan untuk dapat meningkatkan kinerja secara keseluruhan dan menyediakan dasar yang kuat  sebagai inisiatif pengembangan berkelanjutan. Manfaat suatu organisasi yang mengembangan ISO atau Standar Internasional:
Kemampuan suatu organisasi untuk menyediakan produk dan jasa secara konsisten yang memenuhi kebutuhan pelanggan dan persyaratan hukum yang berlaku.
Memfasilitasi untuk dapat meningkatkan kepuasan pelanggan
Menangani resiko dan peluang yang terkait dengan konteks dan tujuannya.
Kemampuan untuk menunjukkan kesesuaian terhadap persyaratan system manajemen mutu yang ditentukan.
Standar dalam hal ini bukan mmenseragamkan secara internasional sama persis alur dan strukturnya, tetapi standar dalam hal ini ada mensetandarkan dalam suatu organisasi sebagai acuan apaun yang tertulis benar dan konsisten dilaksanakan sesuai dengan komitmen dan prosedur yang telah di tentukan di suatu perusahaan.
ISO dapat digunakan oleh Organisasi barang da Jasa. Standar Internasional ini menggunakan pendekatan PDCA (Plan Do Check Action) dan pemikiran berbasis resiko.
Dalam suatu organisasi pasti dimulailah dari PLAN atau perencanaan. Dalam suaatu proses bisnis apapun pasti menggunakan perencanaan. Perencanaan dimulai dari:

  1. Barang apa yang akan diproduksi
  2. Bahan baku apa saja yang dibutuhkan untuk produksi
  3.  Bahan penunjang apa saja yang dibutuhkan 
  4. Cara pengolahan
  5.  Standar produk yang harus di produksi
  6.   Tata cara pengolahan bahan baku seperti apa
  7.   Berapa lama waktu produksi
  8.  Rencana pengemasana
  9.   Rencana untuk promosi
  10. Rencana jadwal pemberangkatan barang
  11. Rencana penanganan konsumen
  12. Rencana promosi nya
  13.  dll
Semua hal tersebut merupakan hal perencanaan yang harus dipikirkan terlebih dahulu agar hasil yang ingin dicapai dapat terlihat dan langkah yang harus ditempuh untuk langkah selanjutnya dapat ditentukan.
Do adalah implementasi Lakukan: menerapkan yang direncanakan.
Check(pemeriksaan)adalah pematauan dan mengukur proses dan menghasilkan produk dan jasa teradap kebijakan sasaran dan persyaratan dan aktifitas ynag direncanakan dan melaporkan hasilnya.
Act (tindak lanjut): Mengambil tindakan untuk meningkatkan kinerja proses yang diperlukan.
Pemikiran berbasis Resiko
Jangan terlalu berat begitu kalian mendengar kata-kata RESIKO, Yap resiko memang benar sesuatu yang terjadi dan tidak kita inginkan. Resiko bisa terjadi dimana saja. Resiko disini dalam suatu Organisasi dapat resiko yang bisa berdampak pada manajemen atau dampak pada manusia. Resiko bisa terjadi dalam semua proses. Resiko dapat dalam hal melaksanakan tindakan pencegahan, dan potesi ketidaksesuainan yang terjadi, dan mengambil tindakan untuk mencegah ketidaksesuaian.
Agar sesuai dengan persyaratan satandar Internasional hal ini merupakan kewajiban dari setiap organisasi. Hal ini enjadi hal meningkatkan efektifitas dari system manajemen mutu untuk mencapai hasil yang lebih baik dan mencegah dampak yang negative.